Rabu, 13 Desember 2017

Puisi Waktu dan Cinta



Puisi --> Tema : Waktu dan Cinta
               
Akan Ada Masanya

Akan ada masanya, kau menemui ku
Kau menatap mata ku begitu dalam
Kau genggam kuat hati mu
Kau menegarkan hati
Kau memeluk jiwa mu dan ingin menangis

Akan ada masanya, jiwa ku terenyuh
Wajah ku memerah
Ah, aku malu
Aku malu di hadapan sesosok makhluk secerah dia
Mata ku berbinar binar
Penuh pertanyaan dalam pikiran
Sungguhkah ini nyata?

Dibalik kain putih ini
Dibalik perhiasan ini
Ada satu kata yang tersimpan di dalam jantung ku
Dimana tiap kali mendengar kata itu, detak jantung ku bergetar kuat
Kau tahu apakah itu?
Itu adalah nama mu


Di dalam senyuman ini
Aku menyimpan begitu banyak lika liku sebelumnya
Aku pernah gelisah
Aku selalu bertanya pada-Nya
Apakah aku akan bersandingan dengan sesosok makhluk Mu yang sangat indah?
Aku merasa belum pantas
Aku merasa masih belum terlalu suci

Dalam doa
Aku menyimpan banyak pinta
Dalam doa
Aku menggenggam banyak harapan
Melalui doa
Tuhan mengunci segala hasrat di dada
Melalui doa
Aku bercerita tentang dia
Dia yang masih Dia simpan

Sungguh, air mata ini tak dapat ku bendung
Tangan yang begitu kuat sedang ku pegang
Kau genggam erat tangan kanan ku
Begitu terasa cinta suci yang tulus dan abadi

Atas nama kesucian cinta
Atas nama doa
Atas nama Dia
Atas nama perjanjian
Kita pertahankan cinta
Hingga nafas tak akan mengalir lagi
Hingga bibir ku memutih
Hingga ku hanya melihat dunia yang penuh gelap

Aku yakin
Bersamanya aku tenang
Aku yakin
Bersamanya ku ukir semua
Jalan hidup ku menjadi lebih indah
Ku ubah semua masa lalu
Menjadi masa depan yang suci dan terang benderang
Menjadikan ia selalu ada dalam tiap doa ku
Menjadikan dia pembimbing hidup ku
Menjadikan dia pemimpin rumah ku
Menjadikan kereta menuju Jannah Mu

Cinta sebersih iman
Cinta sesuci agama
Cinta yang teladan
Yang kau rangkul bersama ku
Cerita cinta yang kau idamkan
Cerita cinta yang teladan
Seteladan Rasul-Nya, kau ciptakan
Aku tentram bersama mu
Aku merasa abadi di samping mu
Aku merasa ketegaran hati di dekat jejak mu

Cinta idaman ku
Abadikan selalu nama ku dalam doa mu
Hingga tubuh ini masuk ke liang lahat
Pegang ku janji yang kau ikrar
Saat pertama kali kau ucapkan janji suci
Untuk rumah cinta kita selamanya

Tegur aku jika aku salah
Bimbing aku jika aku telah berdosa
Maafkan aku jika lidah ini tidak bertulang
Aku hanya manusia biasa
Aku juga ingin
Diri ku berfaedah
Baik itu bagi diri ku, diri mu, maupun orang-orang lain

Mari kita bangun rumah cinta ini
Mari kita bicara lebih dalam
Lebih indah dengan kesucian, kehalalan
Sesuci jalan cinta-Nya Aisyah dan Rasulullah
Agar sang darah daging menjadi emas dan permata kita
Bukti dan saksi kekuatan cinta kita
Duhai kedua tangan yang begitu tangguh ini
Aku sungguh cinta pada mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Lebih Memilih untuk Diam

AKU LEBIH MEMILIH UNTUK DIAM             Memang benar adanya bahwa diam adalah emas. Ia ibaratkan sesuatu yang sangat berharga. Mem...