Puisi --> Tema : Waktu dan Cinta
Akan
Ada Masanya
Akan
ada masanya, kau menemui ku
Kau
menatap mata ku begitu dalam
Kau
genggam kuat hati mu
Kau
menegarkan hati
Kau
memeluk jiwa mu dan ingin menangis
Akan
ada masanya, jiwa ku terenyuh
Wajah
ku memerah
Ah,
aku malu
Aku
malu di hadapan sesosok makhluk secerah dia
Mata
ku berbinar binar
Penuh
pertanyaan dalam pikiran
Sungguhkah
ini nyata?
Dibalik
kain putih ini
Dibalik
perhiasan ini
Ada
satu kata yang tersimpan di dalam jantung ku
Dimana
tiap kali mendengar kata itu, detak jantung ku bergetar kuat
Kau
tahu apakah itu?
Itu
adalah nama mu
Di
dalam senyuman ini
Aku
menyimpan begitu banyak lika liku sebelumnya
Aku
pernah gelisah
Aku
selalu bertanya pada-Nya
Apakah
aku akan bersandingan dengan sesosok makhluk Mu yang sangat indah?
Aku
merasa belum pantas
Aku
merasa masih belum terlalu suci
Dalam
doa
Aku
menyimpan banyak pinta
Dalam
doa
Aku
menggenggam banyak harapan
Melalui
doa
Tuhan
mengunci segala hasrat di dada
Melalui
doa
Aku
bercerita tentang dia
Dia yang
masih Dia simpan
Sungguh,
air mata ini tak dapat ku bendung
Tangan
yang begitu kuat sedang ku pegang
Kau
genggam erat tangan kanan ku
Begitu
terasa cinta suci yang tulus dan abadi
Atas
nama kesucian cinta
Atas
nama doa
Atas
nama Dia
Atas
nama perjanjian
Kita
pertahankan cinta
Hingga
nafas tak akan mengalir lagi
Hingga
bibir ku memutih
Hingga
ku hanya melihat dunia yang penuh gelap
Aku
yakin
Bersamanya
aku tenang
Aku
yakin
Bersamanya
ku ukir semua
Jalan
hidup ku menjadi lebih indah
Ku
ubah semua masa lalu
Menjadi
masa depan yang suci dan terang benderang
Menjadikan
ia selalu ada dalam tiap doa ku
Menjadikan
dia pembimbing hidup ku
Menjadikan
dia pemimpin rumah ku
Menjadikan
kereta menuju Jannah Mu
Cinta
sebersih iman
Cinta
sesuci agama
Cinta
yang teladan
Yang
kau rangkul bersama ku
Cerita
cinta yang kau idamkan
Cerita
cinta yang teladan
Seteladan
Rasul-Nya, kau ciptakan
Aku
tentram bersama mu
Aku
merasa abadi di samping mu
Aku
merasa ketegaran hati di dekat jejak mu
Cinta
idaman ku
Abadikan
selalu nama ku dalam doa mu
Hingga
tubuh ini masuk ke liang lahat
Pegang
ku janji yang kau ikrar
Saat
pertama kali kau ucapkan janji suci
Untuk
rumah cinta kita selamanya
Tegur
aku jika aku salah
Bimbing
aku jika aku telah berdosa
Maafkan
aku jika lidah ini tidak bertulang
Aku
hanya manusia biasa
Aku
juga ingin
Diri
ku berfaedah
Baik
itu bagi diri ku, diri mu, maupun orang-orang lain
Mari
kita bangun rumah cinta ini
Mari
kita bicara lebih dalam
Lebih
indah dengan kesucian, kehalalan
Sesuci
jalan cinta-Nya Aisyah dan Rasulullah
Agar
sang darah daging menjadi emas dan permata kita
Bukti
dan saksi kekuatan cinta kita
Duhai
kedua tangan yang begitu tangguh ini
Aku
sungguh cinta pada mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar